Ketika bintang senjakala mulai menabur serbuk sepi, musuh-musuh telah melarikan diri bersama luka tersayat-sayat akibat sengatan sedang dan tusukan tombak yg menghunus tubuh. Para pendekar suku kami mengibarkan bendera kemenangan dan melantunkan lagu-lagu semangat juang selaras dengan irama hentakan kuda-kuda perang diatas lembah bebatuan.
Tampilkan postingan dengan label khalil gibran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label khalil gibran. Tampilkan semua postingan
Kamis, 21 Mei 2015
Kamis, 14 Mei 2015
khalil gibran-jeram-jeram cinta
Sewaktu para penduduk desa Tula berkumpul bersama disebuah gereja kecil yg terletak ditengah-tengah perumahan mereka, itulah pagi yg paling indah dan cemerlang di Libanon Utara. Mereka sibuk menggunjingkan hengkangnya Farris Rahal yg terjadi begitu tiba-tiba tanpa meninggalkan keterangan apa pun, menelantarkan seorang perempuan yg baru dinikahinya setengah tahun lalu.
Kamis, 07 Mei 2015
khalil gibran-Abu zaman dan bara abadi
Malam dengan kerudung kesunyian mengurung Kota Matahari. Lampu-lampu di sepanjang kediaman kuil agung telah padam. Cahaya rembulan yg keperak-perakan menerpa seorang pengawal raksasa di hadapan rumah-rumah dewa.
Senin, 10 Maret 2014
khalil gibran-gejolak asmara
Musim Semi
Datanglah duhai kekasihku; mari terbang menapak pucuk-pucuk bukit, karena salju telah mencair, dan sang hidup terbangun dari lelapnya dan berkelana diantara bukit dan lembah. Mengikuti tapak-tapak musim semi yg tak berujung, dan menghitung pucuk-pucuk bukit demi menulis inspirasi atas dinginnya lembah hijau.
Fajar musim semi membentangkan jubah musim dingin. Dan meletakkannya diatas pohon persik dan sitrus, bak pengantin disebuah pesta malam Qadar.
Ranting butir-butir anggur saling berpelukan bagaikan sepasang kekasih dan menari-nari diantara bebatuan, menyanyikan lagu keriangan; dan tiba-tiba dipusat semesta bersemilah kuncup-kuncup bunga bagaikan buih-buih debur ombak samudera.
Datanglah duhai kekasihku, mari kita reguk air mata musim dingin dari tangkup-tangkup bunga linin, dan menyejuki jiwa kita dengan guyuran kicau-ceracau burung-burung, dan sejuk segar derai nafas angin. Mari kita duduk di bebatuan itu, tempat bunga-bunga violet malu-malu bersembunyi; dan mari kita buru ciuman manis mereka.
Datanglah duhai kekasihku; mari terbang menapak pucuk-pucuk bukit, karena salju telah mencair, dan sang hidup terbangun dari lelapnya dan berkelana diantara bukit dan lembah. Mengikuti tapak-tapak musim semi yg tak berujung, dan menghitung pucuk-pucuk bukit demi menulis inspirasi atas dinginnya lembah hijau.
Fajar musim semi membentangkan jubah musim dingin. Dan meletakkannya diatas pohon persik dan sitrus, bak pengantin disebuah pesta malam Qadar.
Ranting butir-butir anggur saling berpelukan bagaikan sepasang kekasih dan menari-nari diantara bebatuan, menyanyikan lagu keriangan; dan tiba-tiba dipusat semesta bersemilah kuncup-kuncup bunga bagaikan buih-buih debur ombak samudera.
Datanglah duhai kekasihku, mari kita reguk air mata musim dingin dari tangkup-tangkup bunga linin, dan menyejuki jiwa kita dengan guyuran kicau-ceracau burung-burung, dan sejuk segar derai nafas angin. Mari kita duduk di bebatuan itu, tempat bunga-bunga violet malu-malu bersembunyi; dan mari kita buru ciuman manis mereka.
Minggu, 14 Juli 2013
khalil gibran-pengajaran
Kemudian seorang guru bertanya: "Katakan kepada kami tentang pengajaran."
Al-Mustofa menjawab: "Seseorang tidak akan mampu menyingkapkan untuk kalian kecuali hanya separuh orang yg tidur dalam fajar pengetahuan kalian.
Minggu, 07 Juli 2013
khalil gibran-obor putih
Bulan Nisan hampir habis. Aku masih mengunjung Farris Affandi dan menemuinya di kebun yg indah sambil menatap kecantikannya, mengagumi kecerdasannya dan mendengar hening kesunyian. Aku merasakan sebuah tangan gaib melukiskanku padanya.
Sabtu, 29 Juni 2013
khalil gibran-menyongsong masa depan
Dari belakang tembok Masa Kini aku dengar lagu himne kemanusiaan. Aku dengar suara bel berbunyi, tanda akan dimulainya doa dan pemujaan di kuil keindahan. Bel-bel yg membentuk logam emosi dan ketenangan diatas kudus-hati manusia.
Dari belakang tembok Masa Depan aku melihat sekerumunan orang bersembahyang diatas mekarnya Alam Semesta, wajah-wajah mereka dihadapkan ke timur guna menanti genangan cahaya pagi-sinar pagi Keimanan.
Sabtu, 22 Juni 2013
khalil gibran-matinya sang biarawati
"Untuk mencegah kian banyaknya jumlah korban jiwa yg berjatuhan dan amunisi, kita harus mundur dalam pola yg teratur kedalam kota yg tidak dikenal musuh dan disana kita bangun strategi baru lagi" kata sang jendral dengan wajah tegang karena tidak ada jalan lain kecuali mengumandangkan perintah itu. "Kita akan berjalan menembus hutan belantara. Itu akan lebih baik daripada kita kemudian terhalang oleh musuh. Kita akan menuju sebuah markas, barulah disana kita akan beristirahat dan menambah bahan makanan."
Sabtu, 15 Juni 2013
khalil gibran-dua kota
Dengan sayap-sayap kehidupan aku terbang menuju ke puncak Gunung Masa Muda. Kemudian kehidupan memberikan isyarat sambil menunjuk ke belakangnya, aku pun menerawangkan pandanganku ke belakang, tampak sebuah kota yg aneh, dimana mawar yg gelap menghalau banyak warna-warni yg bergerak pelan seperti hantu. Sebuah kabut tipis hampir menyembunyikan kota itu dari pandanganku.
Kamis, 20 September 2012
khalil gibran-dua harapan
Sang maut beranjak dari hadapan Tuhan menuju ke bumi dikala malam benar-benar tertekan kesunyian. Kelepak sayap menerbangkannya, melayang-layang diatas kota, membelah rumah-rumah hunian dengan tajam matanya. Dilihatnya jiwa-jiwa manusia terombang-ambing dalam kerengkuhan sayap-sayap impian. Orang-orang terkapar dalam tidur lelapnya.
Sabtu, 15 September 2012
Khalil Gibran-Anakmu Bukanlah Anakmu
Anakmu bukankah anakmu
Rabu, 08 Agustus 2012
khalil gibran-dua bayi manusia
Sambil duduk diatas singgasana istananya, sang pangeran dengan tegas
bertitah pada orang-orang yg berkumpul, "kusampaikan pada kalian semua
dan seluruh bangsa ini tentang lahirnya seorang pangeran baru, sang
penerus bangsaku yg agung dan akan menjadi kebanggaan kalian semua.
Dialah penerus bagi keturunan agung yg terhormat. Dialah yg akan menjadi
tempat bergantung masa depan kekayaan negeri kita. Ayo kita bernyanyi.
Ayu kita semua bergembira!"
Langganan:
Postingan (Atom)