alakenahs
I don't want to be anyone | Look at the darkness, it was he who gave birth to the sun | Once meant, it was dead | Hope that's another word for surrender | Just enjoy this anxiety | Spotting is a dazzling colors | I don't see you that you promised to bring light | Shut up with a tense calm
Jumat, 01 Juni 2012
khalil gibran-lagu keberkahan
Didalam bilik jiwaku, masih terdapat bilik jiwa yg tidak pernah mampu terlahir dalam kata-kata ataupun tembang-tembang yg bermekaran ditaman hatiku. Ia ingin mengejewantahkan kealam dunia. Ia bertapa di kedalaman jiwa yg tidak terwakili oleh gemulai lidahku, persis dengan tabir yg menghalangi lalu cahaya.
Bagaimanakah aku harus berdialog dengannya jika senantiasa khawatir ternodai debu-debu dunia? Kepada siapakah ia akan kututurkan, sementara ia selalu berlindung dalam bilik jiwaku dan enggan berbenturan dengan kerasnya jarang telinga manusia?
Bagaimanakah aku harus berdialog dengannya jika senantiasa khawatir ternodai debu-debu dunia? Kepada siapakah ia akan kututurkan, sementara ia selalu berlindung dalam bilik jiwaku dan enggan berbenturan dengan kerasnya jarang telinga manusia?
khalil gibran-serpihan
Bulan menyibakkan selubung kabutnya diatas perkebunan Kota Matahari, dan kesunyian merambat pekat, memagari puing-puing paranoid laksana monster yg menyirangi.
Pada saat itu, bagai kepulan asap dua hantu muncul dari danau yg biru warna airnya. Mereka duduk diatas sebuah pilar pualam, melayarkan jiwa pada kenyataan yg kelam, pandangan keduanya tertegun hampa seolah seperti alam ghaib. Hantu yg pertama mendongakan kepalanya, dan dengan suara yg menggemaung, dia berkata:
Pada saat itu, bagai kepulan asap dua hantu muncul dari danau yg biru warna airnya. Mereka duduk diatas sebuah pilar pualam, melayarkan jiwa pada kenyataan yg kelam, pandangan keduanya tertegun hampa seolah seperti alam ghaib. Hantu yg pertama mendongakan kepalanya, dan dengan suara yg menggemaung, dia berkata:
Paulo Coelho
Paulo Coelho lahir di Rio pada bulan Agustus 1947, putra dari Pedro Queima Coelho de Souza, seorang insinyur, dan istrinya Lygia, ibu rumah tangga. Di usia muda, Coelho memimpikan karier di bidang artistik, sesuatu yg tidak dianggap di kalangan keluarga kelas menengah tempat dia hidup. Ditengah lingkungan serius sebuah sekolah Jesuit yg kaku, Coelho menemukan panggilan sejatinya: menjadi penulis. Tapi orangtua Coelho mempunyai rencana berbeda untuknya. Ketika upaya mereka menekan pengabdiannya pada literatur menemui kegagalan, mereka memandang hal itu sebagai penyakit mental. Pada usianya yg ke 17, dua kali ayahnya memasukkannya ke rumah sakit jiwa, dimana dia menjalani sesi-sesi terapi elektrokonvulsif. Orangtuanya membawanya kepusat perawatan mental itu sekali lagi, setelah dia terlibat dengan sebuah kelompok teater dan mulai bekerja sebagai jurnalis.
Langganan:
Entri (Atom)